Bau dan Lalat Merebak Hingga Risiko Banjir Mengintai, Warga Glagah Protes Pembuangan Sampah di Sepadan Sungai

by -55 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W Sulaksono
Kang Usik di lokasi pembuangan sampah di sepadan sungai yang dikeluhkan

Banyuwangi, seblang.com – Aktivitas pembuangan sampah di sepadan sungai Dusun Talun Dukuh, Desa/Kecamatan Glagah, Banyuwangi, menuai keluhan warga. Bau menyengat dan meningkatnya populasi lalat dirasakan warga sejak oknum petugas kebersihan lingkungan setempat membuang sampah di kawasan tersebut tanpa melalui kesepakatan bersama.

Warga menilai pembuangan sampah di bantaran sungai berisiko tinggi, terutama di tengah anomali cuaca yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Aliran Kali Bagong dikhawatirkan akan membawa timbunan sampah saat hujan deras, memicu banjir sampah ke wilayah hilir.

Sanusi Marhaedi, yang akrab disapa Kang Usik, menyebut tindakan pembuangan dilakukan tanpa musyawarah dengan warga sekitar. Ia menegaskan, lokasi pembuangan yang dilalui jalur oknum petugas tersebut juga berpotensi memperparah dampak, termasuk di kawasan sekitar Kantor Kecamatan Glagah.

“Ndak bener ini. Dampaknya nanti dirasakan daerah yang biasa terkena banjir seperti Kali Bagong. Lapangan Glagah juga bisa jadi lautan sampah karena setiap tahun biasanya tergenang air,” ujar Kang Usik saat ditemui di lokasi pembuangan sampah Dusun Talun Dukuh.

Sebagai langkah antisipasi, warga Dukuh sebelumnya telah menyepakati solusi pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Hasil rembug warga menetapkan, setiap tiga rumah membuat satu lubang tanah untuk menampung sampah organik yang diperkirakan cukup selama satu tahun.

Sementara sampah plastik dan anorganik dipilah untuk dibakar atau dijual kepada pengepul, sebelum disetorkan ke pabrik pengolahan sampah plastik. Skema ini dinilai mampu menekan volume sampah sekaligus memberi nilai ekonomi.

“Yang lebih afdol, sampah organik dikembalikan ke bumi, sedangkan plastik dikembalikan ke pabrik. Ada tenaga yang memilah dan memilih, sehingga sampah bisa menjadi berkah, bukan masalah,” imbuh Kang Usik.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Glagah, Slamet Priyo Widodo, belum membuahkan hasil. Berdasarkan keterangan salah seorang staf desa, yang bersangkutan tengah sakit dan tidak masuk kantor saat wartawan mendatangi Kantor Desa Glagah.

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo