“Melalui pameran ini, kami berharap produk Batik Jeruji dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dan mampu menarik minat masyarakat untuk menggunakan Batik Jeruji,” harapnya.
Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa motif batik yang dipamerkan didominasi oleh Batik Jenon Jeruji. Hal itu disesuaikan dengan tema BBF 2024 yang mengangkat motif batik lawas khas Banyuwangi, yakni motif Jenon yang syarat akan makna.
“Kebetulan kami juga memiliki motif Jenon yang kami sebut dengan Batik Jenon Jeruji, dan motif tersebut telah tercatat Hak Cipta nya di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual,” terangnya.
Perlu diketahui bahwa Batik Jeruji Lapas Banyuwangi memiliki ciri khusus dengan adanya motif gajah oling yang dikombinasikan dengan gelang yang menjadi simbol borgol. Batik Jeruji telah memiliki 7 motif unggulan yang juga telah tercatat Hak Cipta di DJKI.
Tujuh motif batik itu di antaranya blue fire kayu mati jeruji, blue fire wayang jeruji, bunga kopi jeruji, gandrung jeruji, sekar jagat wayang jeruji, jenon wayang jeruji dan jenon seblang jeruji. Ketujuh motif itu memadukan motif khas Lapas Banyuwangi dan kearifan lokal Banyuwangi.////////









