Bareskrim sudah mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus teror tersebut, termasuk menyisir rekaman CCTV di lokasi kejadian. Penyelidikan ini dilakukan atas perintah langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Teror pertama terjadi pada 19 Maret 2025, ketika kantor redaksi Tempo menerima paket berisi kepala babi tanpa telinga. Paket tersebut dikirim oleh kurir dengan atribut aplikasi pengiriman barang dan ditujukan kepada Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik.
Teror berlanjut pada 22 Maret 2025, saat Tempo kembali menerima kiriman kardus berisi bangkai tikus yang kepalanya dipenggal.










