Bareng Wabup Mujiono, Kakanwil dan Kalapas se-Jatim Panen Raya Semangka di Banyuwangi

by -17 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Banyuwangi, seblang.comBanyuwangi tidak hanya dikenal sebagai sentra produksi pangan, tetapi juga sebagai penghasil beragam komoditas hortikultura, salah satunya semangka. Potensi tersebut turut dikembangkan di lingkungan lembaga pemasyarakatan melalui program pembinaan warga binaan.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menghadiri panen raya semangka di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Banyuwangi, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini diikuti Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono, para kepala lapas se-Jawa Timur, serta warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Banyuwangi.


Lahan SAE Lapas Banyuwangi yang merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tersebut memiliki luas sekitar 2,2 hektare. Area ini dimanfaatkan untuk berbagai komoditas pertanian, mulai dari semangka, padi, jagung, aneka sayuran, hingga budidaya lele sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Pada panen raya serentak ini, semangka nonbiji dipanen dari lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi dengan estimasi produksi mencapai 3.000 kilogram. Selain itu, masih terdapat sekitar 1.000 meter persegi tanaman semangka yang diperkirakan siap dipanen dalam 20 hari ke depan dengan potensi hasil sekitar 1.000 kilogram.

Mujiono menyampaikan, program tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan produktivitas lahan, pemberdayaan sumber daya manusia, serta mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami mengapresiasi sinergi antara Ditjenpas, Kakanwil, dan Lapas Banyuwangi. Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan,” ujarnya.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat. “Setelah bebas, mereka memiliki kemampuan dan dapat diterima di lingkungan sosialnya, sehingga masa depan mereka lebih baik dan tidak kembali terjerumus dalam persoalan hukum,” katanya.

Sementara itu, Kadiyono menjelaskan bahwa panen raya tersebut merupakan bagian dari panen serentak jajaran pemasyarakatan di seluruh Indonesia yang dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

“Di Lapas Banyuwangi, lahan seluas 2,2 hektare dimanfaatkan untuk menanam padi, semangka, jagung, sayuran, serta budidaya lele. Ini merupakan kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya di Banyuwangi,” jelas Kadiyono.

Dalam pengelolaannya, Lapas Banyuwangi melibatkan warga binaan dengan pendampingan petugas. Selain itu, pihak Lapas juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian Banyuwangi untuk memberikan pembinaan dan pendampingan pertanian.

“Sebagian besar warga binaan berasal dari Banyuwangi. Dengan dibekali keterampilan bertani, mereka memiliki peluang untuk menciptakan lapangan kerja sendiri setelah bebas, sehingga dapat menekan angka kriminalitas,” tambahnya.

Hasil panen tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Lapas, tetapi juga disalurkan untuk kegiatan sosial. Sebagian hasil panen dijual dan hasilnya didonasikan untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.////////////

iklan warung gazebo