“Semuanya bagus, sehat dan ukurannya besar. Bahkan harganya sangat mahal. Saya sampai bingung kalau ditanya mana yang layak menjadi pemenang,” tandas Sugirah.
Sugirah kemudian menunjuk 2 ikan pilihannya dari jenis Sanke dan Kohaku. Ternyata setelah dilakukan penilaian oleh juri, kedua ikan yang dipilih Sugirah tersebut keluar sebagai pemenang Grand Champion dan Runner Up Grand Champion.
Sementara itu, Ketua Umum APKI, Santoso menyambut baik penyelenggaraan event di Banyuwangi.
“Harapannya Banywuangi sudah mulai dikenal sebagai lokasi kontes ikan koi di Indonesia. Akan ada banyak manfaatnya,” kata Santoso.
Panitia event, Slamet Sarjono menyebut terdapat 1.208 ikan yang mengikuti kontes ikan tersebut. Mereka memperebutkan tropi Gubernur Jawa Timur, sertifikat dan hadiah uang senilai puluhan juta rupiah.
“Setelah sempat vakum karena pandemi, kini kontes ikan koi mulai bergeliat lagi. Meski tidak sebanyak pandemi, namun jumlah peserta kontes kali ini 1.208 ikan yang didatangkan dari dari 87 kabupaten/kota di Indonesia,” ujar Slamet Sarjono. (*)









