“Ijen Geopark adalah paket lengkap. Dilihat dari lanskap vulkaniknya, formasi geologi yang unik, dan warisan budayanya, semuanya ada,” ujar Farid.
Ia mengaku takjub dengan program-program yang telah berjalan, seperti kegiatan edukasi di sekolah, pemberdayaan masyarakat, pelatihan geowisata, geoproduk, hingga aspek konservasi Geopark Ijen.
“Ini menunjukkan keseriusan Pemkab Banyuwangi dan Geopark Ijen dalam menjaga warisan dunia ini,” tambah Farid.
Sementara Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Banyuwangi, Abdillah Baraas menyebutkan bahwa pada tahap penilaian lalu, Ijen Geopark berhasil mendapatkan nilai tinggi, yakni skor 872.
“Meski demikian, kita tetap harus bekerja keras, melakukan pembenahan di berbagai aspek agar status UGG tetap bisa kita pertahankan pada masa revalidasi 2026 mendatang. Tentu dengan kolaborasi bersama pihak-pihak terkait ,” katanya.
Munas Badan Pengelola Geopark se-Indonesia ini merupakan rangkaian dari event Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang tahun ini mengusung tema “The Magic of Ijen Geopark”, 5-9 Juli.
Selain defile kostum etnik kontemporer, BEC diisi dengan berbagai kegiatan lain, di antaranya parade ethno wear, Munas Geopark, Muhibah Budaya, parade BEC. (*)










