Program Santri Digitalpreneur di Banyuwangi menjadi katalis baru. Kemenparekraf menargetkan 25% dari 5 juta santri Indonesia akan mendapat manfaat, dengan harapan menciptakan 25 juta lapangan kerja baru. Ini menunjukkan potensi besar Banyuwangi dalam memadukan tradisi pesantren dengan ekonomi digital modern.
KH Masykur Wardi, Pengasuh Ponpes Mabadiul Ihsan, menyambut positif inisiatif ini. “Kami berharap kegiatan ini akan memacu santri-santri kami berkiprah di masyarakat dengan membawa hal positif, terutama dalam pengembangan ekonomi kreatif,” tuturnya.
Dengan berbagai keunggulan ini, Banyuwangi tidak hanya menjadi model pengembangan ekonomi lokal yang potensial untuk direplikasi, tetapi juga memperkokoh posisinya sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di timur Pulau Jawa. Keberhasilan Banyuwangi dalam mengintegrasikan berbagai sektor ekonomi kreatif menjadi bukti nyata potensi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.












