“Peserta didik berkebutuhan khusus juga akan mendapatkan pendidikan keterampilan hidup sesuai minat dan bakat mereka. Bahkan setelah lulus, pihak sekolah akan mendampingi dan membantu mereka mendaftar ke jenjang berikutnya,” tambah Kepala Sekolah SMPN 3 Banyuwangi, Holili.
Selanjutnya, Banyuwangi juga meraih penghargaan sebagai Penyelenggara Mal Pelayanan Publik (MPP) Terbaik. MPP Banyuwangi mendapatkan penilaian tinggi dari Kemenpan RB terhadap 103 MPP yang diresmikan pemerintah daerah dalam periode 2017-2022. Kriteria penilaian melibatkan dampak kehadiran MPP dalam mendukung investasi di daerah, tingkat kepuasan masyarakat terhadap MPP, dan kelengkapan layanan.
“Bahkan Banyuwangi telah mengembangkan MPP Digital sejak akhir tahun lalu. Lewat aplikasi ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan kependudukan dan perijinan kesehatan hanya dengan menggunakan ponsel. MPP Digital ini telah diadopsi oleh pemerintah pusat untuk pengembangan lebih lanjut,” kata Ipuk.
Banyuwangi juga meraih penghargaan untuk Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP). Penilaian ini dilakukan terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti RSUD Blambangan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan KB, hingga Kecamatan Banyuwangi.
“Penilaian dan evaluasi dilakukan atas enam aspek, termasuk kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, serta inovasi,” ujar Asisten Administrasi Umum, Choiril Ustadi Yudawanto usai menerima penghargaan tersebut. (*)











