“Rencana kami disesuaikan dengan arah pembangunan ke depan yang telah dicanangkan secara nasional dan provinsi, dengan mempertimbangkan dinamika lokal di Banyuwangi,” ungkap Ipuk.
Ipuk mencontohkan upaya menekan angka kemiskinan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, dari tingkat kabupaten hingga tingkat Rukun Tetangga. Hal ini juga berlaku untuk komponen sosial kemasyarakatan lainnya.
“Alhamdulillah, angka kemiskinan pada tahun lalu mencapai 7,34 persen. Sekarang, kami bertujuan untuk mencapai nol persen untuk kemiskinan ekstrim,” tambahnya.
Selain itu, penguatan SDM juga menjadi fokus, dengan upaya pemberantasan stunting dan peningkatan akses pendidikan. Angka stunting berhasil ditekan, dengan penurunan 17,08 persen pada bulan Desember 2023 dibandingkan dengan bulan Februari 2023.
“Kami akan terus berupaya untuk mencapai zero stunting. Begitu pula dengan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), kami akan terus menekannya agar semua anak dapat bersekolah,” tegas Ipuk. (*)












