Kolaborasi ini juga membawa manfaat ekonomi yang nyata. Ratusan warga kini mendapatkan penghasilan dari pemilahan sampah, baik secara mandiri maupun bekerja di TPS3R. Selain itu, program ini telah menciptakan hingga 1.000 lapangan kerja baru, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
CEO Clean Rivers, Deborah Backus, menegaskan bahwa pihaknya mendukung inisiatif yang mampu menciptakan dampak sistemik dan berkelanjutan. “Banyuwangi adalah contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur dan berbasis komunitas. Kami optimis model ini dapat diterapkan lebih luas,” katanya.
Dukungan Clean Rivers juga mempercepat pencapaian target pengelolaan sampah di Banyuwangi, termasuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) berskala besar yang telah diresmikan pada September 2023. Program ini diharapkan mampu menjangkau hingga 850.000 penduduk dan memperluas cakupan layanan pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Widharmika Agung, Partner di Systemiq, menegaskan bahwa apa yang dilakukan Banyuwangi bisa menjadi model bagi daerah lain di Indonesia. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kepemimpinan yang kuat dan kolaborasi lintas sektor, kita dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.












