“Selain pemeriksaan kesehatan umum, program ini menitikberatkan pada deteksi dini risiko gaya hidup tidak sehat dan skrining penyakit genetik yang penting untuk masa depan anak-anak Indonesia,” imbuhnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan dilakukan langsung di sekolah-sekolah, dengan target seluruh siswa diperiksa hingga akhir 2025. Pemeriksaan dijadwalkan dilakukan dua kali dalam setahun.
“Teknisnya, petugas kesehatan akan datang ke sekolah-sekolah untuk memeriksa seluruh siswa secara bergilir. Targetnya hingga akhir tahun 2025 semua telah diperiksa. Rencananya mereka akan mendapatkan pemeriksaan setahun 2 kali,” kata Amir.
Untuk siswa SD atau sederajat, terdapat 13 jenis pemeriksaan, antara lain kesehatan telinga, mata, gigi, mental, status gizi, hepatitis B, tekanan darah, kadar gula darah, tuberkulosis, kebiasaan merokok (kelas 5–6), dan tingkat aktivitas fisik (kelas 4–6).
Sementara untuk siswa SMP dan SMA, pemeriksaan mencakup 14 jenis, dengan tambahan skrining talasemia (kelas 7) dan anemia pada remaja putri. “Dengan adanya program ini, pelajar dapat memperoleh perawatan medis lebih awal jika ditemukan masalah kesehatan,” tambah Amir./////










