Selain pembangunan jembatan, Bupati Ipuk juga mendorong percepatan relokasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir Kalibaru. Ipuk juga kembali melihat lokasi huntara di kawasan milik PTPN XII yang areanya tidak jauh dari lokasi rumah warga.
“Kami terus dorong PTPN XII untuk percepatan proses administrasinya agar segera bisa dibangun oleh pemkab. Toh ini juga untuk kepentingan warga,” jelas Ipuk.
Ditambahkan Danang pembangunan jembatan darurat menggunakan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk tanggap darurat bencana. Danang menjelaskan total terdapat 36 jembatan se-Banyuwangi yang akan direkontruksi pada 2023.
“Selain di Kecamatan Kalibaru, juga terdapat di berbagai kecamatan lainnya seperti Pesanggaran, Kabat, Songgon, Banyuwangi, dan kecamatan lainnya. Total ada 36 jembatan yang direkonstruksi,” kata Danang.
Seiring dengan pembangunan jembatan, juga dilakukan normalisasi sungai. Seperti di Kalibaru, dilakukan normalisasi Kali Yas. “Proses normalisasi mulai dilakukan. Besok alat-alat berat akan diturunkan,” kata Kepala Dinas PU Pengairan, Guntur Priambodo.
Guntur menjelaskan juga akan dibangun tanggul (tangkis penguat) sepanjang 14 meter di sekitar jembatan sungai Yas. Selain itu juga dilakukan normalisasi drainase di Kalibaru Wetan. Juga normalisasi Banyuanyar, dan pembangunan sudetan di Dusun Sumber Baru.
Selain itu, imbuh Guntur, sembari proses pembangunan insfrastruktur jalan, Pemkab juga melakukan komunikasi dengan PTPN XII terkait pemanfaat lahan di wilayah hulu Kalibaru. “Ini kita lakukan untuk mengantisipasi dampak banjir ke depan,” pungkas Guntur. (*)












