Padahal, kata dia, jika nelayan mau menangkap ke tengah hingga berhari-hari mampu menghasilkan ikan hingga 7 -10 ton ikan.
“Tetapi kendalanya ke modal. Harus mempunyai kapal minimal 10 GT yang bisa berlayar sampai ke laut dalam,” ujarnya.
Meski begitu, beruntung perairan laut di Banyuwangi masih relatif subur. “Meski menangkap di pinggiran sudah dapat ikan. Sehari langsung pulang,” ujarnya.
Dengan potensi besarnya, Banyuwangi khususnya Pelabuhan Muncar konsisten menjadi penghasil ikan laut terbesar di Indonesia.
Pemkab Banyuwangi juga tak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku budi daya ikan di Bumi Blambangan.
Di antaranya melalui program bantuan premi asuransi nelayan, berbagai program pelatihan, hingga menggelar sejumlah program dan festival guna mempromosikan sekaligus mendorong diversifikasi usaha perikanan. Contohnya, lewat program Penebaran Ikan Terkendali (Barkanli), Fish Market Festival, bantuan kapal fiber, alat tangkap ikan dan bantuan lain sebagainya./////////












