Banyuwangi, seblang.com – Sampai saat ini di Banyuwangi belum ditemukan kasus penyakit kulit berbenjol pada hewan ternak yang disebabkan oleh Lumpy skin disease virus (LSD). Penyakit menular pada sapi dan kerbau yang salahsatu cirinya adanya nodul-nodul yang keras pada kulit di hampir seluruh bagian tubuh
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Drh Nanang Sugiharto, LSD merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang pada hewan ternak khususnya pada sapi dan kerbau dengan gejala yang paling nampak adalah adanya lepuh-lepuh di seluruh ujung tubuhnya atau kulit-kulitnya.
“Ini juga penyakit yang disebabkan virus dan harus diwaspadai meskipun angka kejadiannya tidak secepat PMK tetapi ini juga sangat merugikan peternak, karena kalau sudah kena LSD otomatis penampakan dari sapi juga tidak bagus jadi kurus, tidak mau makan dan sebagainya, sehingga sangat merugikan peternak,” jelas drh Nanang di ruang kerjanya pada Jumat (17/02/2023).
Pejabat kelahiran Tulungagung itu menuturkan karena penyakit yang disebabkan oleh virus maka semua pihak diharapka berhati-hati dan waspada. Pihaknya sudah mensosialisasikan kepada masyarakat baik melalui petugas kesehatan hewan saat melakukan vaksinasi PMK maupun di pasar hewan dan lain sebagainya.
Dalam upaya mencegah dan menanggulangi LSD, langkah pertama tetap menjaga kebersihan dan keamanan (security) di kandangnya masing-masing. Melakukan program sama dengan penanganan PMK.”Selanjutnya kita hindari dulu mendatangkan ternak-ternak dari luar kabupaten Banyuwangi. Kemudian apabila ada tanda-tanda yang mengarah ke gejala klinis LSD, peternak supaya segera menghubungi petugas kesehatan hewan agar mendapatkan penanganan supaya tidak menyebar dimana-mana,” imbuh Alumni Universitas Udayana tersebut.












