Banyuwangi Libatkan Penjual Sayur Keliling Salurkan Makanan ke Balita Stunting

by -674 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


“Mereka setiap hari akan update data, mulai nutrisi yang diterima maupun perkembangan kondisi bayi atau bumil risti yang sedang diintervensi. Jadi datanya real time,” kata Ipuk.

Dalam penanganan stunting, Banyuwangi telah mengidentifikasi data by name, by address, berikut faktor resikonya.


“Harapan kami, dengan data yang update setiap saat itu akan mempemudah kami melakukan intervensi program yang tepat sasaran,” imbuhnya.

Untuk penanganan stunting di setiap kecamatan telah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diketuai Camat bersama Kepala Puskesmas, dengan anggota tenaga kesehatan, dan elemen kader lainnya.

“Tim ini bertugas melakukan monev dan input data secara realtime. Balita atu bumil risti juga akan dipantau secara rutin perkembangannya oleh bidan atau petugas puskesmas setempat,” kata Ipuk.

Sementara itu, Rinatus Sholeha kader posyandu yang bertugas di Dusun Pringgodani, Desa Watukebo Wongsorejo mengaku turut senang mendapatkan tugas tambahan ini. Selain mengecek apakah bahan makanan yang diberikan sesuai nutrisi, mereka juga melaporkan hasil monitoringnya ke aplikasi Banywuangi Tanggap Stunting setiap hari, berikut perkembangan kondisi kesehatan balita tersebut.

“Rumah saya sekitar 1 KM dari rumah Ibu Maninten, namun tiap hari saya cek nutrisi apa yang sudah didapat agar pertumbuhan balita tersebut sesuai standard. Semoga apa yang saya lakukan ini menjadi amal saya, karena membantu agar balita bisa tumbuh menjadi anak yang pintar,” harap kader posyandu Cendrawasih, Dusun Pringgodani tersebut. (*)

iklan warung gazebo