“Ini menunjukkan profesi dalam e-sports sudah bermacam-macam dan bisa jadi peluang untuk anak-anak muda penggemar gaming,” ujarnya
Bukan hanya soal kompetisi dan karier, Ipuk menekankan nilai persatuan dalam e-sports. “E-sports tidak memandang suku, bahasa, atau latar belakang, tapi menyatukan anak-anak muda melalui passion yang sama untuk bermain game,” tuturnya.
Mobile Legends: Bang Bang menjadi game pilihan dalam kompetisi ini. Para peserta bertarung memperebutkan hadiah total Rp 30 juta. Sebelum mencapai panggung utama, mereka telah melewati kualifikasi online yang berlangsung sengit pada 3-5 Juli 2024.
Banyuwangi E-Sports Competition bukan hanya ajang adu kemahiran, tapi juga mimpi besar. Siapa tahu, dari sini akan lahir atlet e-sports Banyuwangi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Semoga melalui kompetisi ini dapat melahirkan atlet e-sports dari Banyuwangi yang mampu berkompetisi di tingkat internasional,” pungkasnya.//////











