Sementara untuk rorak, lanjut Ilham, dari 500 yang akan dibuat saat ini sudah siap sebanyak 100. “Sisanya, baik pohon maupun rorak, ditarget rampung akhir Maret,” tegas Ilham.
Pembuatan rorak dan penanaman tanaman keras tersebut sebagai salah satu upaya menyiapkan catchment area (daerah tangkapan air) di kawasan lereng Ijen yang di ketinggian 500-900 mdpl.
Di sekitar perkebunan itu ada 2 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang semuanya bermuara di kawasan kota Banyuwangi, yakni di DAS Kalibendo dan DAS Kalilo.
Ilham menambahkan, jenis bibit yang yang ditanam merupakan bibit yang sudah besar dengan ketinggian sekitar 1-1,5 meter. “Sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, tanaman tersebut sudah mampu mengendalikan erosi dan curahan debit air saat intensitas hujan tinggi di wilayah hulu,” paparnya.
Selain konservasi lingkungan di wilayah hulu, penanganan banjir juga dilakukan di kawasan hilir. Pemkab Banyuwangi melakukan normalisasi dengan mengeruk sedimen sungai, meninggikan tangkis, hingga memasang kawat beronjong sebagai penahan erosi di tepi sungai. (*)











