Selain simulasi, Banyuwangi juga telah memasang Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) di delapan titik sepanjang pesisir selatan. “Pemasangan ini dilakukan untuk memberikan peringatan dini jika terjadi gempa yang berpotensi tsunami,” jelas Danang.
BPBD Banyuwangi melakukan uji coba EWS setiap bulan untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik. “Kami uji coba EWS setiap tanggal 26 untuk memastikan kesiapan sistem,” tambah Danang.
Alarm peringatan tsunami dipasang di berbagai lokasi strategis, termasuk Kampung Mandar, Blimbingsari, Pantai Satelit Muncar, Kantor Pelabuhan Muncar, Grajagan, Lampon, Pancer, dan Rajegwesi.
Sebagai langkah lanjutan, BPBD Banyuwangi juga merencanakan pembangunan shelter atau tempat evakuasi di beberapa titik di Banyuwangi. Salah satu lokasi yang diusulkan adalah Gumuk Soinem di Pancer, yang dianggap strategis untuk dijadikan tempat evakuasi.
Melalui serangkaian langkah ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan meminimalisir risiko bencana tsunami di wilayahnya. (*)










