Selain itu, kontribusi kunjungan juga datang dari destinasi wisata buatan dan edukasi seperti Banyuwangi Park, serta objek wisata alam lain, antara lain Pantai Gumuk Kantong dan Desa Wisata Tamansari. Kawasan konservasi seperti Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Cacalan, dan Grand Watudodol turut memperkuat sebaran kunjungan wisata di berbagai wilayah Banyuwangi.
“Meski destinasi utama tetap mendominasi, destinasi-destinasi wisata lain di berbagai sudut Banyuwangi juga menyumbang jumlah wisatawan yang tidak sedikit. Diversifikasi objek wisata inilah yang membuat wisatawan memiliki banyak pilihan,” kata Taufik.
Peningkatan kunjungan tersebut juga dipengaruhi oleh intensitas penyelenggaraan agenda pariwisata. Sepanjang 2025, Banyuwangi menggelar 80 kegiatan yang terhimpun dalam kalender tahunan Banyuwangi Festival (B-Fest) dengan skala nasional hingga internasional.
Dua agenda unggulan, yakni Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), tercatat masuk dalam kalender Kharisma Event Nasional (KEN) dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.










