Banjir dan Puting Beliung Hantam Situbondo: Di Mana Kepedulian Para Kontraktor?

by -2 Views
Wartawan: Kadari
Editor: Herry W Sulaksono
Bupati Situbondo Mas Rio saat Bersama Warga yang terdampak Banjir di wilayah barat Situbondo


Situbondo, seblang.com — Jerit tangis warga Situbondo pasca terjangan banjir dan angin puting beliung seolah belum cukup untuk menggetarkan hati para pengusaha konstruksi di wilayah ini. Di saat masyarakat kehilangan harta benda, ternak yang mati, hingga nyawa yang melayang, “batang hidung” para kontraktor penikmat proyek miliaran rupiah justru tak kunjung nampak di lapangan.

Bencana yang melanda Situbondo belakangan ini menyisakan duka mendalam. Curah hujan ekstrem tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga merusak infrastruktur jembatan dan meluluhlantakkan lahan pertanian warga. Data di lapangan mencatat kerusakan parah pada rumah penduduk, kematian hewan ternak yang menjadi tumpuan ekonomi, bahkan dua orang warga dinyatakan meninggal dunia akibat musibah ini.

Bupati Berjibaku, Kontraktor Membisu

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, beserta jajaran pemerintah daerah terpantau setiap hari turun langsung ke titik-titik bencana. Mas Rio—sapaan akrab Bupati—berupaya memastikan keselamatan warga di tengah keterbatasan anggaran daerah. Beliau bahkan secara terbuka mengajak semua elemen masyarakat untuk bahu-membahu dalam masa pasca-bencana.

Namun, seruan kemanusiaan ini seolah hanya lewat di telinga para kontraktor Situbondo. Sangat disayangkan, para pengusaha yang selama ini meraup keuntungan dari proyek pemerintah, mulai dari nilai ratusan juta hingga miliaran rupiah, terkesan bungkam dan menutup mata.

“Komunitas hobi dan organisasi kemasyarakatan sudah mulai menggeliat menyalurkan bantuan. Tapi anehnya, para kontraktor yang tiap tahun ‘makan’ dari proyek APBD Situbondo malah belum terlihat peran sosialnya,” ujar Herman Anggota Grub Whatsapp Forum Diskusi Situbondo (FDS) yang menjadi salah satu Koordinator pengalangan dana Peduli Situbondo, Kamis (12/3/2026).

Padahal, bencana di Situbondo tahun ini bukan terjadi sekali dua kali. Kerusakan yang masif, mulai dari rumah roboh hingga infrastruktur umum yang hancur, membutuhkan uluran tangan kolektif. Keuntungan besar yang didapat dari pembangunan daerah seharusnya dibarengi dengan tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang nyata saat rakyat sedang tertimpa musibah.

Publik kini menanti, kapan para pemenang proyek ini akan turun gunung membawa bantuan? Jangan sampai para kontraktor hanya hadir saat berebut paket pekerjaan, namun menghilang saat rakyat Situbondo butuh bantuan di tengah kepedihan bencana.
Kini saatnya para pengusaha konstruksi menunjukkan baktinya kepada Bumi Shalawat Nariyah. Bukan sekadar mencari untung, tapi juga memupuk rasa kemanusiaan.

iklan warung gazebo