Lebih lanjut, Sugirah menjelaskan strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan di Banyuwangi. “Kami memfasilitasi distribusi pangan dari wilayah surplus ke defisit untuk menciptakan keseimbangan pasokan dan stabilisasi harga,” jelasnya. Ia mencontohkan bagaimana daerah penghasil jagung seperti Wongsorejo dapat memasok ke desa-desa lain di Banyuwangi untuk menjaga stabilitas harga.
Meskipun menghadapi tantangan pada beberapa komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat, Sugirah meyakinkan bahwa pasokan pangan di Banyuwangi tetap dalam kondisi aman. Ia berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memantau perkembangan harga dan stok pangan di pasar.
Painem (63), warga Desa Paspan, merupakan salah satu pembeli yang memanfaatkan kesempatan ini. “Saya sengaja datang karena harganya lebih terjangkau dibandingkan di pasar tradisional,” ungkapnya dengan antusias sambil memborong berbagai kebutuhan rumah tangga.
Selain komoditas utama, GPM juga menawarkan beragam bahan pokok lainnya dengan harga kompetitif, seperti tepung tapioka, bawang putih, cabai rawit, buncis, jamur kuping, dan tomat. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu masyarakat Banyuwangi dalam menghadapi tantangan ekonomi dan menjaga ketahanan pangan rumah tangga. (*)











