Malang, seblang.com – Program nasional Ayo Mondok terus menguat sebagai gerakan strategis untuk mengembalikan marwah pondok pesantren di tengah derasnya arus modernisasi dan tantangan moral generasi muda.
Semangat ini digaungkan kuat dari Pondok Pesantren Agama Islam (PPAI) Salafiyah Darun Najah, Dusun Leses, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, yang selama ini dikenal konsisten memadukan pendidikan salafiyah dengan sistem pendidikan formal dan modern.
Gus Masyfu’ Zuhdi, Dewan Pengasuh I PPAI Salafiyah Darun Najah, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki posisi historis yang sangat fundamental dalam perjalanan pendidikan nasional.
“Pendidikan pondok pesantren adalah pendidikan tertua di Indonesia. Bahkan sebelum kemerdekaan, pesantren sudah menjadi pusat perjuangan pendidikan dan peradaban. Para pejuang bangsa itu lahir dari pesantren,” ujar Gus Masyfu’ Zuhdi saat diwawancara awak media, Minggu malam (28/12/2025).
Saat ini, jumlah santri yang bermukim dan menimba ilmu di PPAI Salafiyah Darun Najah I dan II mencapai sekitar 1.500 santri, berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Angka tersebut menjadi cerminan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan yang utuh dan berkelanjutan.
Gus Masyfu’ Zuhdi juga menyoroti maraknya pemberitaan negatif tentang pesantren yang dinilainya tidak berimbang dan cenderung menyudutkan.
“Akhir-akhir ini banyak pemberitaan dari kalangan non-NU yang mengangkat kasus-kasus tertentu di pondok pesantren. Yang diangkat sering kali soal asusila atau pornografi, padahal itu hanya sebagian sangat kecil, bahkan tidak sampai 0,01 persen,” tegasnya.
Menurutnya, generalisasi semacam itu sangat merugikan pesantren dan mengabaikan kontribusi besar pesantren dalam membangun karakter bangsa. Oleh karena itu, Nahdlatul Ulama menggagas Program Ayo Mondok sebagai langkah strategis untuk meluruskan persepsi publik.
“Dengan adanya berita-berita yang kurang baik tersebut, NU membuat gebrakan besar melalui Ayo Mondok. Ini adalah upaya untuk menanggulangi stigma dan mengajak masyarakat kembali percaya bahwa pesantren adalah tempat terbaik membentuk generasi,” jelasnya.
Di PPAI Salafiyah Darun Najah, semangat Ayo Mondok diterjemahkan secara konkret melalui sistem pendidikan yang terintegrasi. Pesantren ini menggabungkan pendidikan salafiyah berbasis kitab kuning dengan pendidikan formal, penguasaan bahasa, serta sains dan teknologi.











