Sementara itu, pelatih dari sasana Laskar Pangeran Timur Mochtar Ruzi, menjelaskan jika kemenangan tersebut sudah dapat diprediksi olehnya, mengingat secara teknis anak didiknya memiliki keunggulan atas lawanya bertanding.
“Sebelum pertandingan dimulai, kami selalu memberikan motivasi dan keyakinan kepada anak-anak kami untuk fokus dalam semua kesempatan,kami yakinkan mereka jika juara akan dapat diraihnya. Alhamdulillah mereka dapat tampil lepas dan mengeluarkan seluruh penampilanya dalam kejuaraan ini sehingga 1 mendali emas dan 1 perunggu dapat diraihnya,” terang Mochtar.
Lebih lanjut, Kang Pecu sapaan akrab pelatih bahwa Arfian dan Fikri adalah dua dari empat atlet yang diusung mewakili cabor kickboxing Kabupaten Madiun, namun dua atlet yakni Amad Widodo dan Nanda Dwkipramudika gugur dalam babak penyisihan.
“Sebenarnya Fikri dikelas 51 kg juga berpeluang untuk meraih medali emas, namun ia kalah dengan atlit dari Blitar pada babak semi final.Meski demikian medali perunggu mampu ia sumbangkan juga untuk Kabupaten Madiun,sedangkan dua diantarany kalah. Tapi saya yakin pada jejuaraan berikutnya atlet kickboxing Kabupaten Madiun mampu menyabet semua kejuaraan dan medali”Tambahnya.
Sasana Laskar Pangeran Timoer didirikan secara mandiri dan dirintis dengan modal tekad dan keyakinan.Yang diharapkan dengan keberhasilan kejuaraan Propov jatim VII tahun ini kedepan mampu meningkatkan kualitas atlit-atlit utamanya dalam bidang kickboxing.











