Atasi Gas Melon Langka, Diskoperindag Situbondo Berinovasi Kenalkan Kompor Oli Bekas

by -20 Views
Wartawan: Kadari
Editor: Herry W Sulaksono
Wabup Situbondo Ulfiyah mencoba masak pakai kompor berbahan bakar oli bekas

Situbondo, seblang.com – Kepanikan warga akibat kelangkaan gas LPG subsidi 3 kg yang dikenal gas melon selama Ramadan lalu berujung pada lahirnya inovasi baru di Situbondo. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat kini memperkenalkan kompor berbahan bakar oli bekas sebagai alternatif energi bagi masyarakat.

Inovasi tersebut diperkenalkan dalam momentum Halal Bihalal Diskoperindag Situbondo, Selasa (31/3/2026). Kompor yang diberi nama Kompor Oli Bekas Bermanfaat (OBB) ini digadang-gadang menjadi solusi atas ketergantungan masyarakat terhadap gas melon.

Kepala Diskoperindag Situbondo, Prio Andoko, mengatakan inovasi ini lahir dari kondisi riil di lapangan, ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan LPG hingga memicu panic buying.

“Kami melihat langsung dampaknya di masyarakat. Karena itu, kami berupaya menghadirkan solusi yang bisa langsung digunakan dan lebih terjangkau,” ujarnya.

Kompor OBB memanfaatkan oli bekas yang selama ini belum dimaksimalkan pemanfaatannya. Selain mudah didapat, bahan bakar ini dinilai lebih ekonomis, terutama bagi pelaku usaha kecil yang membutuhkan api stabil dengan biaya rendah.

Dari sisi efisiensi, kompor ini cukup menjanjikan. Satu gelas kecil oli bekas mampu menghasilkan api hingga sekitar 20 menit. Sementara satu liter oli bekas dapat digunakan secara terus-menerus selama kurang lebih dua jam.

Dengan kemampuan tersebut, kompor ini direkomendasikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hajatan seperti pernikahan, pedagang gorengan, hingga pelaku UMKM yang membutuhkan intensitas api tinggi.

Tak hanya berhenti pada inovasi alat, Diskoperindag juga menyiapkan langkah lanjutan dengan membangun pos penampungan oli bekas di sejumlah titik strategis di Situbondo. Langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan bahan bakar sekaligus mengelola limbah agar lebih produktif.

Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, mengapresiasi inovasi tersebut. Ia berharap kompor OBB dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapannya ini bisa menjadi solusi jangka panjang, terutama untuk menekan biaya operasional rumah tangga dan pelaku usaha mikro,” pungkasnya.

iklan warung gazebo