Arus Logistik Membludak, ASDP Percepat Operasional Pelabuhan Ketapang

by -2 Views
Wartawan: Ali Sam'ani
Editor: Herry W. Sulaksono

Banyuwangi, seblang.com — Lonjakan kendaraan logistik di Pelabuhan Ketapang pasca dibukanya kembali operasional truk sumbu tiga ke atas langsung memicu antrean panjang. Namun, situasi tersebut tidak dibiarkan berlarut.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat. Skema operasi dirombak, ritme layanan dipacu, dan koordinasi lintas sektor diperketat demi mengurai kepadatan di jalur vital Jawa–Bali tersebut.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengakui adanya ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. Namun, ia memastikan penanganan tengah berlangsung secara masif.

“Penanganan dilakukan secara terintegrasi bersama seluruh stakeholder. Fokus kami saat ini adalah mempercepat penguraian antrean dan mengembalikan layanan ke kondisi normal,” ujarnya.

Dari dalam pelabuhan, strategi langsung diarahkan pada pemisahan arus kendaraan. Dermaga 1, 2, dan 3 kini dikhususkan untuk kendaraan penumpang seperti motor, mobil pribadi, dan bus. Sementara kendaraan logistik dipusatkan di Dermaga 4 dan kapal jenis LCM.

Langkah ini terbukti efektif. Pola muatan menjadi lebih rapi, konflik antrean berkurang, dan proses bongkar muat berjalan lebih cepat.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko, menegaskan bahwa percepatan juga didorong dari sisi operasional kapal.

“Kami memaksimalkan seluruh armada dan mempercepat turn around time kapal. Dengan pola layanan yang lebih terarah, antrean bisa ditekan secara bertahap,” jelasnya.

Di luar pelabuhan, situasi juga mendapat perhatian serius. Sebanyak 365 personel TNI lintas matra diterjunkan untuk membantu pengaturan arus kendaraan menuju pelabuhan.

ASDP menyebut, kehadiran aparat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran sekaligus ketertiban di lapangan.

Tak hanya itu, strategi penyangga kendaraan juga dioptimalkan. Area Pusri kini difungsikan khusus untuk menampung sekitar 150 truk sumbu tiga, sementara buffer zone Bulusan mampu menampung hingga 600 kendaraan logistik campuran.

Dengan skema ini, kepadatan tidak langsung menumpuk di dalam kawasan pelabuhan.

Meski demikian, antrean masih terlihat. Hingga Jumat pagi, kendaraan dari arah utara terpantau mengular hingga kawasan Parasputih, sekitar 7 kilometer dari pintu masuk pelabuhan—didominasi truk logistik.

Namun, di dalam sistem, pergerakan tetap terjaga. Waktu tempuh dari pintu masuk hingga naik kapal masih berada di kisaran 20 hingga 35 menit.

Data Posko Ketapang mencatat, selama 24 jam pada H+10, sebanyak 47.961 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali—naik 16 persen dibandingkan tahun lalu. Secara kumulatif, total pergerakan sejak H-10 hingga H+10 mencapai 761.391 penumpang dan lebih dari 201 ribu kendaraan.

Angka tersebut menegaskan tingginya mobilitas sekaligus tekanan distribusi logistik di lintasan ini.

Di tengah upaya percepatan, ASDP juga mengingatkan pengguna jalan untuk tetap disiplin, terutama tidak melawan arus yang justru memperparah kemacetan.

“Kelancaran ini bukan hanya soal sistem, tetapi juga kepatuhan di lapangan,” tegas Windy.///////

iklan warung gazebo