Banyuwangi, seblang.com – Arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mulai menunjukkan penurunan. Namun demikian, antrean kendaraan masih sempat terjadi cukup panjang hingga sekitar 12 kilometer ke arah utara dari Pelabuhan Ketapang pada Selasa (31/3/2026) siang.
General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menyampaikan bahwa secara umum kondisi arus penyeberangan sudah kembali normal seiring berakhirnya masa posko angkutan Lebaran per 30 Maret 2026.
“Puncak arus balik terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 atau H+7, dengan total 56.300 penumpang dan 19.000 unit kendaraan menyeberang ke Bali. Dari jumlah tersebut, kendaraan roda dua mendominasi sebanyak 12.458 unit,” ujarnya.

Berdasarkan data, total reservasi tiket kendaraan dari H-10 hingga H+10 mencapai 183.800 unit. Sementara kendaraan yang telah masuk ke Pelabuhan Ketapang hingga H+8 tercatat sebanyak 171.000 unit, sehingga masih tersisa sekitar 11.889 kendaraan yang belum melakukan penyeberangan.
Pada hari ini, sebanyak 36 kapal dioperasikan untuk melayani penyeberangan. Pola operasi TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat) diberlakukan di dermaga Movable Bridge 4 (MB4), sementara dermaga Landing Craft Machine (LCM) telah kembali beroperasi secara reguler.
“Karena masa posko telah berakhir, seluruh jenis kendaraan sudah diperbolehkan melintas, termasuk kendaraan logistik. Hal ini menyebabkan aktivitas meningkat dan antrean masih terjadi meskipun mulai berkurang,” jelasnya.
Arief juga mengungkapkan bahwa antrean kendaraan sempat mencapai lebih dari satu kilometer, meski secara bertahap mulai menurun. Sementara di lapangan, kepadatan bahkan sempat memanjang hingga sekitar 12 kilometer akibat tingginya volume kendaraan yang kembali beroperasi secara bersamaan.

Untuk mengurai kepadatan, ASDP menambah jumlah armada kapal dari sebelumnya sekitar 33 unit menjadi 36 unit. Selain itu, optimalisasi buffer zone di Bulusan juga dilakukan dengan kapasitas tampung sekitar 400 kendaraan, khususnya untuk kendaraan logistik.
Dari sisi perbandingan arus mudik dan balik, tercatat sekitar 77 persen kendaraan atau 127.900 unit telah kembali ke Bali. Sementara itu, jumlah penumpang yang sudah kembali mencapai 78 persen atau sekitar 404.000 orang. Sisanya, sekitar 23 persen kendaraan dan 22 persen penumpang, masih belum kembali.
Dibandingkan periode yang sama tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 0,4 persen. Kendaraan roda dua mengalami kenaikan signifikan sebesar 8,6 persen, sementara kendaraan roda empat pribadi justru turun 2,8 persen. Kendaraan truk meningkat 5,9 persen, sedangkan bus mengalami penurunan 4,2 persen. Secara total, terjadi kenaikan volume kendaraan sebesar 2,6 persen dibanding tahun lalu.
ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk membeli tiket minimal H-1 sebelum keberangkatan, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Kami memahami adanya ketidaknyamanan akibat waktu tunggu yang cukup lama. Untuk itu kami mohon maaf, dan kami terus berkoordinasi dengan regulator serta kepolisian agar pelayanan penyeberangan dapat berjalan lebih baik,” tutup Arief.///////










