“Mari kita ciptakan pemilu damai di Kabupaten Situbondo, hargai proses demokrasi. Tidak perlu saling mencela antar pendukung calon, apalagi merusak banner calon lain,” tambahnya.
Ridho menjadikan insiden ini sebagai pelajaran. Ia pun mengira apa yang selama ini diperbuatnya untuk masyarakat masih belum semuanya merasakan dampaknya. Ataupun, dirinya pernah berbuat salah seperti manusia pada umumnya, yang tidak luput dari kesalahan dan dosa.
“Dengan dirusaknya banner ini, saya semakin yakin bahwa saya masih dicintai oleh masyarakat. Insyaallah, jika saya terpilih kembali, saya akan terus bersama rakyat,” tutup Jainur Ridho.









