Banyuwangi, seblang.com – Antrean kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa mengular hingga lebih dari 30 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk. Lonjakan arus penyeberangan ini terjadi menjelang masa mudik Lebaran 2026.
Untuk mengurai kepadatan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang menerapkan sejumlah langkah percepatan layanan penyeberangan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan pihaknya menerapkan skema tiba-bongkar-berangkat (TBB) pada sejumlah kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Dalam skema ini, kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang hanya menurunkan muatan kendaraan. Setelah proses bongkar selesai, kapal langsung kembali berlayar ke Gilimanuk tanpa melakukan proses muat ulang.
“Pola ini membuat perputaran kapal lebih cepat karena tidak menunggu proses muat di Ketapang. Kapal langsung kembali ke Gilimanuk untuk mengangkut kendaraan berikutnya,” ujar Arief.
Saat ini dari total 35 kapal yang melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk, sebanyak 11 kapal telah menerapkan skema TBB tersebut.
Selain mempercepat rotasi kapal, ASDP juga menyiapkan penguatan armada dengan menghadirkan kapal berkapasitas besar di lintasan penyeberangan Jawa–Bali itu.
Menurut Arief, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas angkut kendaraan yang terus meningkat setiap musim mudik.
Namun penambahan kapal besar bukan berarti menambah jumlah armada yang beroperasi. ASDP hanya akan menyesuaikan komposisi kapal dengan memperbanyak kapal berukuran besar, terutama yang memiliki kapasitas sekitar 2.000 Gross Tonnage (GT).
“Jumlah kapal kemungkinan tetap sekitar 35 unit. Tetapi komposisinya akan diperkuat dengan kapal-kapal yang lebih besar,” jelasnya.
Berdasarkan data kumulatif sejak H-10 hingga H-7, lebih dari 200 ribu penumpang telah diseberangkan dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk.
Selain itu, sekitar 35 ribu sepeda motor dan 17 ribu kendaraan kecil juga telah menyeberang pada periode tersebut.
Lonjakan paling tajam terjadi pada kendaraan roda dua yang meningkat sekitar 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan kendaraan roda empat naik sekitar 11 persen.
ASDP memperkirakan arus kendaraan dari Bali menuju Jawa masih akan terus meningkat hingga 17 Maret, menjelang penutupan penyeberangan pada 18–20 Maret saat perayaan Hari Raya Nyepi. (*)











