“Kami telah menutup akses lalu lintas hewan ke Banyuwangi, termasuk dari Bali. Sementara waktu kita tidak mengizinkan pedagang mendatangkan ternak dari luar. Insyaallah semua sudah komitmen,” jelas Khoiri usai rapat.
Pihaknya juga meminta agar masyarakat khususnya para peternak untuk menjaga kesehatan hewan piaraannya antara lain dengan memberikan tambahan vitamin dan protein.
“Perlu diperhatikan juga kebersihan kandang. Peternak kami harap rutin membersihkan kandang dan melakukan penyemprotan desinfektan dengan formalin minimal seminggu dua kali,” tutur Khoiri.
Lebih lanjut dia menambahkan langkah antisipasi dan mencegah kasus PMK ini, pihaknya telah menerbitkan SOP di pasar hewan. Sampai saat ini lima pasar hewan di Banyuwangi masih tetap dibuka, karena Banyuwangi masih negatif PMK.
“Semua truk atau pick up yang masuk membawa atau mengambil ternak di pasar harus disemprot dengan desinfektan formalin,” pungkas dia.//











