Ditambahkan Senior Manager Pemeliharaan Transmisi PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur & Bali (UIT JBM) UPT Probolinggo, Ika Sudarmaja, simulasi tanggap darurat persiapan KTT G20 di Bali dilaksanakan untuk memastikan ketahanan kelistrikan dan mitigasi keadaan darurat.
Menurut Sudarmaja PLN juga melakukan pekerjaan di sisi Bali lebih tepatnya pada Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) 150 kV jalur 3 dan 4 GI Gilimanuk. “Beberapa pekerjaan untuk menjaga suplai listrik ke Bali sudah selesai kami kerjakan, selanjutnya adalah pengamanan tanggap darurat yang dilaksanakan hari ini,” lanjutnya.
Sementara Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori mengatakan, simulasi ini dilakukan setiap tahunnya dan semakin intensif menuju KTT G20. Obvitnas kabel bawah laut ini menghubungkan aliran listrik untuk tiga perempat kebutuhan listrik ke Pulau Bali. “Ini adalah bagian dari tanggap darurat, antisipasi jika keadaan darurat pada kabel laut Jawa-Bali yang menjadi objek vital,” kata Danlanal.
Pada kegiatan tersebut, dilakukan simulasi saat terdapat kapal ferry berada pada lintasan kabel laut sehingga tidak diperkenankan turun jangkar. Ada pula simulasi ketika kapal ferry dibuntuti oleh perompak yang membutuhkan tindakan cepat, serta beberapa simulasi penanganan lainnya.
“Kabel laut Jawa-Bali berkekuatan 150.000 volt, untuk menghindari gangguan dibutuhkan koordinasi agar kapal ferry tidak menjatuhkan jangkar di wilayah kabel laut. Kami juga simulasikan kondisi bahaya seperti perompakan sehingga harus bergerak cepat,” tambah Danlanal./////












