Dari kebiasaannya itu, tak sedikit para tahanan yang bisa mengaji, serta hafal surat-surat dalam Al Quran, terutama tahanan yang sudah lansia. Selama mengajar ngaji, ia mengaku banyak suka maupun dukanya. Apalagi latar belakang tahanan yang berbeda membuat dirinya harus bersabar.
Meski begitu, karena ia sudah berniat menjalankan ibadah dengan ikhlas, sehingga seberat apa pun yang dihadapi dilakukan dengan rasa nyaman.
“Saya juga ingin membuktikan anggota polisi juga bisa menjadi pengayom masyarakat, tak terkecuali bagi pelaku kejahatan,” ujar dia.
Ia berharap, para tahanan dalam waktu yang cukup singkat dapat berubah dengan adanya pembelajaran agama, khususnya mereka menyadari kesalahan hingga bertobat dan mendalami ilmu agama
Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udiyono mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan adanya kegiatan rutin yang dilakukan Aiptu Sudarsono tersebut. (hms/res/dip)











