Surabaya, seblang.com – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menemukan kasus stunting di Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.
Cahyo mengatakan, temuan tersebut berdasarkan laporan dari Kader Surabaya Hebat (KSH) saat dirinya melakukan reses pekan lalu.
Para kader KSH mengadukan kurangnya fasilitas kesehatan di tingkat RW dan kelurahan, seperti timbangan badan dan alat cek darah.
“Karena di sana jumlah penduduknya cukup tinggi dan ada beberapa problem kesehatan di wilayah tersebut, salah satunya anak stunting. Itu yang disampaikan kader KSH di sana,” kata Cahyo, Rabu (18/2/2026).
Tercatat, terdapat tiga kasus stunting dan delapan kasus pra-stunting dalam satu RW tersebut. Selain itu, ada ibu hamil dengan kondisi kesehatan rentan.
“Itu satu RW saja dan lokasinya dekat pusat kota,” sambungnya.
Ia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan dapat melakukan survei, monitoring, dan evaluasi dengan meningkatkan jumlah tim di lapangan.
“Saya rasa tentu Dinkes ada keterbatasan SDM, tetapi kita punya sistem dan program kerja. Tinggal bagaimana Dinkes bekerja sama dengan seluruh komponen di daerah, baik di kecamatan, kelurahan, maupun tokoh kader KSH,” terangnya.
Menurutnya, tokoh masyarakat dan karang taruna juga perlu dilibatkan untuk memonitor kondisi warga, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga ekonomi, jaminan sosial, dan pendidikan.
“Ini tentu akan bisa termonitor dengan baik kalau kita bisa bergotong royong, tidak hanya mengandalkan pemerintah atau dinas terkait, tetapi semua komponen masyarakat juga ikut turun membantu mengawasi dan proaktif menjaga kampung kita,” pungkasnya. (*/ady)












