“Kami mengimbau para siswa untuk lebih bijak dalam bermedia sosial,” ujar Suratno. Ia menekankan pentingnya fokus pada pendidikan dan menghindari perilaku destruktif.
Namun, rangkaian insiden bullying yang terus berulang ini memicu keresahan di kalangan orang tua dan pemerhati pendidikan. Fenomena ini juga mempertanyakan efektivitas sistem pendidikan dan pengawasan di sekolah-sekolah Banyuwangi.
Mampukah pihak berwenang menghentikan spiral kekerasan ini? Atau akankah Banyuwangi terus dihantui oleh hantu bullying yang menggerogoti masa depan generasi mudanya? Hanya waktu yang akan menjawab, namun yang pasti, langkah nyata dan sistemik sangat diperlukan untuk memutus rantai kekerasan ini.//////









