Alami Kelangkaan di Kecamatan Mayang dan Kalisat, Hiswana Migas Jember Usul Tambah Kuota Gas Melon

by -4 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W Sulaksono
Pendistribusian tabung gas elpiji 3 kilogram yang berada di wilayah Kabupaten Jember, Jumat (6/2/2026).


Jember, seblang.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sejumlah warga di Kabupaten Jember mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram (gas melon).

Kelangkaan tersebut dirasakan warga di Kecamatan Mayang dan Kalisat dalam sepekan terakhir. Akibatnya, banyak warga harus berburu tabung gas melon hingga ke luar kecamatan.

Wawan Andriawan (47), warga Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, mengatakan kelangkaan sudah terjadi sekitar satu minggu terakhir.

“Sudah semingguan ini sulit. Saya sampai harus beli ke daerah Baratan, Kecamatan Patrang, karena di pangkalan sekitar sini kosong,” keluh Wawan saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).

Keluhan serupa disampaikan Rofiq Hamdi (36), warga Kecamatan Mayang. Ia mengaku harus berkeliling ke kawasan kota selama tiga hari demi mendapatkan gas melon.

“Saya cari elpiji 3 kilogram sudah keliling tiga hari terakhir. Dari Pakusari, Sumbersari, sampai daerah kampus. Itu pun baru dapat satu tabung di kawasan kampus. Bahkan saya dapat info dari tengkulak, sekarang pembelian dibatasi,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, menjelaskan bahwa kelangkaan terjadi akibat distribusi pangkalan yang tidak merata serta meningkatnya permintaan elpiji 3 kilogram di wilayah Kecamatan Mayang dan sekitarnya dalam beberapa minggu terakhir.

Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta Pertamina, sekaligus mengirimkan surat permohonan penambahan alokasi.

“Alhamdulillah, surat sudah kami kirim dan sudah dibalas oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Sekarang tinggal menunggu proses dari Pertamina,” kata Ikbal.

Hiswana Migas mengusulkan penambahan stok hingga 100 persen dari alokasi saat ini guna memenuhi kebutuhan harian elpiji 3 kilogram di Kabupaten Jember.

Saat ini, alokasi elpiji 3 kilogram di Jember tercatat sekitar 77 ribu tabung per hari. Ikbal juga mendorong penambahan jumlah pangkalan resmi, terutama di wilayah yang minim titik distribusi.

“Di Kecamatan Mayang, jumlah pangkalan hanya 47 unit. Jauh lebih sedikit dibandingkan Kecamatan Pakusari yang memiliki sekitar 290 pangkalan dan Kecamatan Kalisat sekitar 500 pangkalan. Karena pangkalannya sedikit, peredaran LPG 3 kilogram di Mayang juga terbatas,” paparnya.

Ia menambahkan, Kecamatan Mayang dikenal sebagai sentra industri UMKM kue kacang, sehingga permintaan elpiji 3 kilogram cenderung meningkat setiap tahun menjelang Ramadan.

Untuk mencegah panic buying, Hiswana Migas bersama pihak terkait mengimbau pangkalan dan pengecer membatasi pembelian sementara dengan ketentuan satu orang satu tabung.

“Tujuannya agar tidak terjadi panic buying di masyarakat. Kalau satu orang membeli lebih dari satu tabung, otomatis warga lain tidak kebagian,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau melaporkan kelangkaan secara jelas dan detail, termasuk lokasi RT, RW, desa, atau kelurahan, agar dapat segera ditindaklanjuti di lapangan.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa penambahan kuota elpiji bersubsidi merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.

“Pengajuan penambahan kuota LPG bersubsidi disampaikan ke pemerintah pusat melalui Dirjen Migas Kementerian ESDM. Pertamina tidak memiliki kewenangan menambahkan kuota dan hanya bertugas sebagai pelaksana distribusi sesuai jumlah yang telah ditetapkan,” jelas Ahad.

Ia menambahkan, proyeksi kebutuhan telah diperhitungkan dan data terkait akan disampaikan bersamaan dengan rilis resmi.

“Nanti saat masa Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026,” singkatnya.////////

iklan warung gazebo