“Karena teman-teman sekretariat tidak berkenan, maka dana yang terkumpul saya kembalikan pada para Asesor dan sebagian mengamanahkan pada saya untuk diserahkan pada yang lebih berhak dan membutuhkan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Rusnadi Wijaya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh Asesor yang telah menunjukkan kepeduliannya, meskipun hasil akhirnya tidak sesuai dengan harapan awal. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua BAN PDM Jawa Timur jika inisiatif yang dilakukan oleh rekan-rekannya dianggap melanggar etika organisasi.
“Selanjutnya Rusnadi Wijaya menyampaikan ucapan terima kasihnya pada para Asesor yang telah peduli sekalipun ending-nya tak sesuai harapan. Dan permintaan maaf juga kepada Ketua BAN PDM Jawa Timur jika kegiatan yang dilakukan teman-teman dianggap melanggar etik, dan persoalan ini harap dianggap selesai. Dan saya sebagai bagian yang diamanahi oleh teman-teman Asesor mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Rusnadi Wijaya berharap agar semangat saling memaafkan di momen Idul Fitri ini dapat mempererat tali persaudaraan dan mendorong terciptanya iklim kerja yang kolaboratif dan sinergis demi mewujudkan akreditasi yang bermutu.
“Mudah-mudahan di momen Idhul Fitri ini kita senantiasa saling memaafkan menuju Iklim Kerja Kolaboratif dan Sinergis untuk Akreditasi Bermutu,” pungkasnya.
Kisah ini menjadi cerminan kuat tentang pentingnya integritas dan etos kerja, bahkan di tengah keterbatasan ekonomi. Sikap mulia dari para tenaga honorer Sekretariat BAN PDM Jawa Timur ini patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak.












