Situbondo, Seblang.com – Sebuah aksi solidaritas yang dilakukan oleh Paguyuban Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidkan Menengah (BAN PDM) Provinsi Jawa Timur untuk membantu rekan-rekan honorer di Sekretariat berujung pada penolakan yang mengharukan.
Dana yang terkumpul dari para Asesor tersebut tidak dapat diterima oleh pihak Sekretariat, yang mengedepankan integritas di atas kesulitan ekonomi yang sedang mereka hadapi.
Kisah ini bermula ketika para Asesor BAN PDM Jawa Timur merasa prihatin dengan perubahan sistem penggajian bagi para tenaga honorer di Sekretariat. Sebelumnya, honor mereka mengacu pada Upah Minimum Kabupaten (UMK) setempat, namun kemudian diubah menjadi Upah Minimum Provinsi (UMP), yang mengakibatkan penurunan signifikan pada pendapatan bersih (take home pay) mereka.
Sebagai bentuk kepedulian, Paguyuban Asesor BAN PDM Jawa Timur berinisiatif melakukan penggalangan dana. Namun, respons tak terduga datang dari para tenaga honorer di Sekretariat. Dengan penuh rasa hormat, mereka menolak bantuan dana tersebut, menjunjung tinggi prinsip integritas dan menolak untuk menerima bantuan yang menurut mereka dapat menimbulkan persepsi yang kurang baik.
Rusnadi Wijaya, seorang Asesor asal Kabupaten Situbondo yang turut menginisiasi aksi ini, mengungkapkan kekagumannya atas sikap mulia rekan-rekan di Sekretariat.
“Saya angkat topi pada teman-teman sekretariat. Meskipun honornya dirubah dari UMP yang sebelumnya mengacu pada UMK dan mengakibatkan take home pay menjadi berkurang drastis, ternyata teman-teman tak mau menerima bantuan dari para Asesor, ini bagi saya luar biasa,” ujarnya dengan nada kagum, Kamis, (10/4/2025).
Menyusul penolakan tersebut, Rusnadi Wijaya menjelaskan langkah selanjutnya terkait dana yang telah terkumpul.












