“Untuk melaksanakan itu selayaknya perlu kolaborasi segenap pemangku kepentingan. Karena tercatat di Indonesia tercatat ada sekitar 20 juta kaum disabilitas,” ujar Eka Prastama.
Selanjutnya sesuai dengan peraturan yang ada maka perlu adanya Unit Layanan Disabilitas (ULD) baik di bidang pendidikan, kesehatan, Ketenaga kerjaan dan kependudukan.” Jadi negara hadir untuk melayani dengan harapan yang selama ini kaum difabel dianggap orang yang patut dikasihani atau sekedar menjadi obyek bisa menjadi subyek,” imbuh Ketua Komnas Disabilitas Indonesia.
Dalam acara Festival Kita Bisa 2022 hadirin dan para undangan menyaksikan berbagai program kegiatan dan prestasi yang diraih oleh anak anak istimewa Banyuwangi.
Pemkab Banyuwangi terus berupaya memberikan layanan yang lebih optimal kepada kaum disabilitas mulai dari pendidikan,kesehatan,ketenaga kerjaan dan juga kependudukan. Semangat ini sangat relevan dengan thema Hari Disabilitas Internasional.
Yang berfokus pada penegakan hak asasi manusia, pembangunan berkelanjutan, serta perdamaian dan keamanan untuk penyandang disabilitas. Sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan hak dan keadilan bagi penyandang disabilitas di seluruh dunia.
Hadir dalam acara Festival Kita Bisa Tahun 2022, antara lain; Bupati Banyuwangi, Perwakilan Forkopimda Banyuwangi, Komite Nasional Disabilitas Indonesia, Perwakilan Kepala Cabang Dinas (Kancabdin) Pendidikan Propinsi Jatim Wilayah Banyuwangi, Kepala SKPD terkait, Ketua Dewan Pendidikan dan Camat Giri.
Selain itu hadir pula Organisasi Penyandang Disabilitas, Aktivis Disabilitas, Perkins USA / Pegiat Disabilitas Tuna Ganda (Ami Tango, Lim Kethai dan Paige Klotzman)////









