Banyuwangi, seblang.com – Politisi PDI Perjuangan asal Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Sonny T Danaparamitha meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghentikan penggunaan aplikasi sistem informasi rekapitulasi (Sirekap).
Pasalnya, kata dia, Sirekap yang semestinya menjadi alat bantu perhitungan namun malah membuka celah terjadinya kecurangan, meskipun tak sedikit anggaran negara yang dihabiskan untuk membangun sistem tersebut.
Menurutnya, banyak ditemukan perbedaan data antara hasil pemungutan suara di sejumlah tempat dan data yang ditayangkan di Sirekap.
Inilah yang menjadi sorotan utama. Terlebih adanya dugaan hilangnya suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) di Dapil III Jatim, di mana dirinya juga turut menjadi korban.
Lantas, Sonny pun mengungkapkan kekecewaannya terhadap aplikasi tersebut di media sosialnya. “Seharusnya dalam Rekap KPU progres ke 7.053 dari 9.582 TPS yang ada di Jatim III, suara PDI-Perjuangan hilang sebanyak 972 suara,” ucap Sonny tanggapi hilang nya suara PDI-Perjuangan di dapil Jatim III, Rabu (21/02/2024)
“Dengan suara total partai (coblos partai + coblos Caleg) harusnya jumlahnya 179.192 tapi yang tertulis di real count KPU hanya 178.220,” sambungnya.
Sonny juga menyampaikan, terkait dengan hilangnya suara dengan tiba-tiba, ia menduga perpindahan suara partai PDI-Perjuangan itu terjadi di Dapil Jatim III.
“Saya sangat kecewa dengan aplikasi sirekap, pasalnya saya sendiri menjadi korban atas aplikasi tersebut. Saya berharap dilakukan audit baik dari segi perhitungan maupun pembiayaan yang bersumber menggunakan uang rakyat,“ ungkap Sonny yang juga anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan sekaligus caleg DPR RI dapil Jatim III.











