“Pesan moral kami jelas, ayo tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan di antara kita, supaya Malang benar-benar menjadi makmur, sejalan dengan program pembangunan Bupati Malang,” tegasnya.
Lebih jauh, Abah Dur mengungkapkan kedekatan personalnya dengan almarhum Gus Dur. Ia mengaku sering mendampingi Gus Dur semasa hidup dan menjadikannya sebagai guru sekaligus panutan dalam menjalani kehidupan.
“Gus Dur itu guru saya. Bahkan saya pernah bermimpi kedatangan beliau,” ungkapnya.
Dalam mimpi tersebut, Abah Dur menerima pesan singkat namun sarat makna yang hingga kini menjadi pegangan hidupnya.
“Hanya tiga kata yang disampaikan. Kalau dalam bahasa Indonesia, orang itu kalau ikhlas dan sabar, bakalan selamat. Itu yang menjadi pegangan saya sampai hari ini,” tuturnya.
Peringatan Haul Gus Dur di Pendopo Agung Kabupaten Malang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Acara ini dihadiri oleh Bupati Malang H.M Sanusi berserta Forkopimda, OPD dan Camat, tokoh masyarakat, ulama, aktivis Gus Durian, politisi, serta masyarakat umum dari berbagai latar belakang. Selain doa bersama, haul ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai kemanusiaan, toleransi, dan persatuan sebagaimana yang diwariskan Gus Dur kepada bangsa Indonesia.











