Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan penyelenggaraan event tersebut memperkuat pengembangan sport tourism di Banyuwangi. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata yang memilih Ijen sebagai salah satu lokasi sekaligus titik awal Geopark Run Series.
“Terima kasih karena sudah memilih Kabupaten Banyuwangi, khususnya Ijen untuk menjadi salah satu site dalam event ini. Dan ini adalah yang pertama kali,” ujar Ipuk.
Menurut Ipuk, konsep sport tourism tidak hanya berbicara mengenai aktivitas olahraga. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga diharapkan memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus tetap menempatkan kelestarian alam sebagai bagian penting dari penyelenggaraan event.
“Ijen Geopark Run ini menambah sederet event Banyuwangi Attraction 2026 di kawasan Ijen. Seperti Ijen Green Trail Run hingga Banyuwangi Ijen Geopark Downhill yang akan diselenggarakan September mendatang,” kata Ipuk.
Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astiti mengatakan Geopark Run Series menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kawasan geopark di Indonesia melalui olahraga.
Menurut dia, para peserta juga dapat mengenal lebih jauh potensi wisata di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Astiti mengajak para pelari menikmati lanskap Geopark Ijen, berinteraksi dengan masyarakat, serta mencicipi kuliner lokal selama berada di Banyuwangi.
“Jangan lupa para runners meng-upload konten-konten yang menarik dan disampaikan kepada sahabat, rekan, dan saudara-saudara. Kemudian ajak sahabat kalian datang lagi ke Ijen,” ujarnya.
Setelah Banyuwangi, Geopark Run Series 2026/2027 akan dilanjutkan di Sumatera Barat melalui Minang Geopark Run. Rangkaian tersebut kemudian berlanjut ke sejumlah kawasan geopark lainnya di Indonesia.///////












