Ia menegaskan, kejuaraan bukan semata soal menang atau kalah, melainkan sarana belajar dan pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti sportivitas, kedisiplinan, rasa hormat, keberanian, serta sikap rendah hati harus dijunjung tinggi oleh setiap peserta.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurkab Pencak Silat Antar Pelajar, Suwito, mengatakan antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Dari sekitar 1.800 pendaftar, sebanyak 625 pesilat dinyatakan lolos dan berhak mengikuti kejuaraan.
Para peserta memperebutkan juara satu hingga tiga untuk kategori putra dan putri di masing-masing jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA sederajat.
“Kejuaraan ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet pencak silat di Banyuwangi. Ke depan, pelaksanaannya akan terus kami tingkatkan, baik dari sisi kualitas maupun jumlah peserta,” kata Suwito. (*)











