“Cepat menyesuaikan diri, pahami budaya kerja, dan jadilah bagian dari tim yang saling mendukung. ASN Banyuwangi harus siap kerja tim, bukan kerja sendiri-sendiri,” pesannya.
Kepala BKPP Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, menyampaikan bahwa kebutuhan ASN di Banyuwangi masih sangat tinggi. Saat ini, daerah kekurangan sekitar 6.000 tenaga ASN, dengan rata-rata 700 pensiun setiap tahun—70 persen di antaranya guru.
“Kami akan terus usulkan formasi baru, terutama untuk tenaga pendidik dan kesehatan. Ini dua sektor yang sangat vital,” jelas Ilzam.
Untuk mengatasi kekurangan sementara, Pemkab menerapkan pola kerja lintas dinas dengan sistem “squad”. Cara ini mendorong OPD saling membantu dalam menjalankan program.
“Program tidak bisa dikerjakan satu dinas saja. Kita kerja bareng-bareng, saling backup,” tutup Ilzam.///////












