Menhub Kunjungi Produksi Bus Listrik PT INKA

by -1802 Views
Wartawan: Suryadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan produksi Bus Listrik Merah Putih (BLMP) produksi PT INKA (Persero).

“Alhamdulillah PT INKA, Pak Dirut hebat sekali, dengan inisiatif melakukan kerja sama dengan Kemendikbud, dengan Univesitas. Kita akan ajak BUMN yang lain yang belum memanfaatkan kolaborasi, belum memanfaatkan kesempatan ini, untuk kita dorong,” jelas Tedi.

Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti Ristek) Tjitjik Srie Tjahjandarie juga menyampaikan, kerja sama ini dalam rangka mengembangkan produk dalam negeri yang tertuang dalam program Kedaulatan Indonesia di dalam Reka Cipta (Kedai Reka). Tjitjik menyampaikan bahwa perlu adanya link and match dengan berbagai pihak.

“Dalam rangka untuk kemudian mengembangkan produk dalam negeri salah satu yang sudah kita kembangkan itu adalah program matching fund “Kedai Reka”. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kolaborasi dan juga kontribusi dari berbagai pihak dalam membangun link and triplehelix bahkan pentahelix antara perguruan tinggi, dunia industri, kementerian lain di luar kementerian Kemndikbud Dikti Ristek,” ungkap Tjitjik.

Menurut Tjitjik, kolaborasi ini dapat ditingkatkan hingga level kementerian seperti dengan Kementerian BUMN sehingga dapat mnggandeng bersama-sama perusahaan BUMN yang lain untuk komitmen yang besar seperti yang sudah diwujudkan oleh PT INKA (Persero).

Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro juga mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah lama bermimpi untuk memproduksi kereta ringan berbasis hybrid dan kereta cerdas. Prototype kereta itu diharapkan bisa diuji coba di jalur kereta Makassar – Pare Pare.

Ini luar biasa, kerja sama ini merupakan keinginan kami yang sudah lama bahkan sebelum pandemi covid. Kami ingin memproduksi semacam kereta hybrid yang nantinya bisa dicoba di lintas Makassar – Pare Pare karena lebar gauge-nya 1435 mm,” ungkap Budi.

Menurut Budi, kereta tersebut nantinya kombinasi catenary, baterai dan dengan genset.

“Jika lintasannya bisa pakai catenary, kita akan gunakan catenary, jika tidak bisa, kita gunakan baterai,” pungkasnya.////

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *