Dia mengatakan keberlanjutan pengelolaan lahan tersebut bukan hanya untuk mengejar hasil pertanian. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
“Penanaman tahap ketiga ini merupakan bukti konsistensi Lapas Banyuwangi dalam mengelola potensi lahan yang ada. Selain berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan, program ini menjadi sarana pembinaan berkesinambungan agar warga binaan memiliki keahlian dan bekal wirausaha di bidang pertanian saat kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya.
Dalam prosesnya, warga binaan yang telah memenuhi syarat asimilasi dilibatkan dalam pengelolaan lahan. Mereka ikut mengerjakan sejumlah tahapan, mulai dari pengolahan tanah, penyemaian, penanaman hingga perawatan tanaman.
Petugas Lapas Banyuwangi memberikan pendampingan teknis selama proses budidaya. Program tersebut diharapkan terus berjalan sehingga lahan SAE Paswangi tetap produktif sekaligus menjadi tempat warga binaan memperoleh keterampilan pertanian.///////////












