Operasi katarak dilaksanakan di dua lokasi, yakni Markas PMI Banyuwangi dan RSUD Blambangan.
Project Manager JFF, Komang Wardhana, berharap kerja sama tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat pelayanan kesehatan mata.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan senantiasa memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Banyuwangi,” kata Komang.
Manfaat program ini dirasakan Agus Nurcahyo, 53, warga Kelurahan Mojopanggung, Banyuwangi. Ia kembali menjalani operasi katarak setelah lima tahun lalu mendapatkan tindakan serupa pada mata kanannya.
Dalam pelaksanaan kali ini, giliran mata kirinya yang dioperasi. Agus mengaku terbantu karena bisa mendapatkan pelayanan tanpa dipungut biaya.
“Sekarang gantian yang kiri. Alhamdulillah sangat membantu dan gratis. Sekarang saya bisa melihat lagi dengan normal,” ujar Agus.
Kisah lain datang dari Siti Aminah, 25. Kecelakaan yang dialaminya saat masih kecil menyebabkan bola mata kirinya rusak dan tenggelam. Melalui bakti sosial tersebut, ia mendapatkan bantuan bola mata palsu.
Bagi Aminah, bantuan itu bukan sekadar perubahan penampilan. Ia merasa lebih percaya diri saat bertemu dan berinteraksi dengan orang lain.
“Senang sekali punya bola mata palsu. Jadi lebih percaya diri karena terlihat seperti orang normal lainnya. Selama ini, jujur saya minder karena mata saya cuma satu,” tuturnya.////////












