Sementara itu, Ersan (50) salah satu peternak menuturkan, jika sampai kemarin masih ada ternak milik warga yang mati. Dia memperkirakan ada sebelas sapi warga yang mati di desa Panditan.
“Perkiraan sudah sebelas sapi yang mati milik peternak,” ujar Ersan.
Dari 36 sapi miliknya, 17 diantaranya sudah sakit sejak seminggu yang lalu, “Sakitnya sudah semingguan, gejalanya mulut keluar air liur, lalu muncul benjolan kemerahan di mulut, nanti lama-lama jadi luka,” terangnya.
Dia berharap Dinas terkait segera bisa menemukan solusi untuk menanggulangi wabah PMK.
“Kalau bisa ya segera dapat ditangani oleh Dinas Peternakan, entah diberi obat, kalau ada vaksinnya kita ya mau ternak disuntik,” tutup Ersan.///











