Situbondo, seblang.com – Pasca banjir bandang dalam press release hari ini tanggal 13/02/2023 yang didampingi jajaran Forkopimda Bondowoso, dan Forkopimcam Ijen, Adrian Hidayat administratur Perhutani Bondowoso menjelaskan bahwa, Hujan dengan intensitas tinggi (lebat) di wilayah Ijen terjadi mulai hari Sabtu, (11/02), hingga hari ini.
Pasca kejadian tersebut menyebabkan terjadinya longsor pada kawasan hutan alam sekunder (HAS) jenis tanaman rimba alam di petak 99A RPH dataran Ijen BKPH Sukosari.
Berdasarkan pantauan Perhutani Bondowoso melalui pesawat tanpa awak yang disebut Drone, terdapat 14 titik longsor pada hulu sungai yang mengalir ke perkampungan warga di Desa Sempol dan Desa Kalisat Kecamatan Ijen.
Berawal dari adanya longsor tersebut mengakibatkan genangan air melimpah dan akhirnya tidak dapat terbendung oleh longsoran tanah yang akhirnya terjadi banjir bandang akibat meluapnya arus air ke pemukiman penduduk dan jalan, hal tersebut diakibatkan karena kapasitas sungai dan drainase pada hilir tidak dapat menampung aliran banjir yang datangnya secara tiba tiba.
Andrian sapaan akrabnya selaku Administratur Perhutani Bondowoso juga memastikan bahwa, kawasan hutan petak 99A kondisi tanaman rimba alam nya sangat baik, dan serta tidak ada penggarapan oleh masyarakat sekitar, sehingga dapat dipastikan bahwa banjir bandang yang terjadi ini murni karena adanya tanah longsor dibeberapa titik tersebut.











