“Kita tergerak dari hati, meskipun jauh dari tempat tinggal kita, namun berupaya untuk bisa menghibur anak-anak yang terdampak korban bencana banjir bandang di Kalibaru dengan mendongeng,” ujar Ferri.
Ferri menuturkan pihaknya merasa bangga dengan mendongeng dan bermain boneka-boneka yang dibawai. Meskipun kegiatan tersebut singkat mulai hari Jum’at hingga Senin, setidaknya anak-anak dapat terhibur.
Dengan menggelar trauma healing diharapkan kedepan pemerintah dan relawan tidak hanya fokus pada logistik dan material semata, namun ada yang perlu menjadi perhatian adalah psiko sosial dari para korban bencana alam.
Trauma healing yang digelar merupakan kegiatan sosial yang menjadi terapi pada masyarakat khususnya anak-anak yang terdampak banjir bandang yang menerjang 5 desa di Kalibaru yang berdampak pada rusaknya sejumlah jembatan dan puluhan rumah.
BPBD Banyuwangi mencatat, banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Kalibaru, beberapa waktu lalu mencatat setidaknya ada 5 desa yang terdampak musibah. Kelima desa tersebut adalah Desa Banyuanyar, Kalibaru Manis, Kalibaru Wetan, Kalibaru Kulon dan Desa Kajarharjo.
Dampak banjir terparah menimpa warga Desa Kalibaru Wetan dimana puluhan rumah masyarakat setempat mengalami rusak parah akibat diterjang banjir. Bahkan ada sepeda motor dan hewan piaraan yang hanyut terbawa air.///












