Singgih Januratmoko Anggota DPR RI  Duka Mendalam Tragedi Kanjuruhan Jangan Sampai Terulang

by -1710 Views
Wartawan: Nurhadi/rilis
Editor: Herry W. Sulaksono


Alumni Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada itu menambahkan  jangan sampai terjadi pada saat tim mereka menang, para suporter mengelu-elukan dan memberikan pujian setinggi langit kepada pemain.

“Sementara saat tim pujaan kalah, mereka menghujat, menyampaikan sumpah serapah bahkan menyerang semua pihak yang dianggap lawan dan merugikan. Ini semua menjadikan sepak bola menjadi tidak masuk akal dan akan terus bermasalah,” ujarnya.


Bila karakter sportivitas dijunjung tinggi, dapat melahirkan kerukunan, kekompakan dan kebersamaan antar suporter dan antar tim yang bertanding, “Suasana kondusif ini dapat memajukan sepak bola nasional. Bahkan dengan sportivitas itu, bisa menghilangkan praktik suap atau kecurangan dalam dunia sepak bola,” papar Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Indonesia itu.

Singgih mengingatkan, emosi berupa amarah yang tidak terkendali bisa berakibat negatif. Sesuatu yang berlebihan selalu membawa hal yang kurang baik. Fanatik itu boleh, tetapi jangan sampai berlebihan, sehingga mendewakan tim kesayangan dan pemain idolanya..

Menurut Fungsionaris DPP Partai Golkar tersebut  pemujaan yang berlebihan terhadap tim dan pemain juga berpotensi memunculkan sikap permusuhan dan tindak kekerasan antarsuporter, “Sehingga mereka yang beragama pun lupa, saling melukai dan saling menyerang,” tambahnya.

Singgih Januratmoko berharap, tragedi di Stadion Kanjuruhan itu tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Dia meminta, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai induk olahraga sepak bola membenahi berbagai masalah, mulai dari pengelolaan tim, penganggaran, sponsorship, prosedur pengaman sampai dengan membina para suporter. Dengan demikian, sepak bola selain menjadi kebanggaan rakyat Indonesia juga menjadi alat persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia./////

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *