Banyuwangi, seblang.com – Embung Lider di Dusun Lider, Desa Sumberarum, Kecamatan Srono, Banyuwangi, kini kembali menjadi sumber kehidupan bagi para petani setelah sempat rusak akibat bencana banjir pada 2023 lalu.
Pembangunan kembali embung yang rampung pada 2025 tersebut disyukuri warga melalui kegiatan tasyakuran dan doa bersama. Momentum ini menjadi simbol bangkitnya harapan petani yang selama ini menggantungkan kebutuhan air dari embung tersebut.
Koordinator SDA (Korsda) Srono, Joko Setyono, menyampaikan bahwa pembangunan Embung Lider memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian di wilayahnya.

“Embung Lider ini mengaliri beberapa desa, mulai dari Sumberarum, Temuguruh, Karangsari hingga Temuasri. Kurang lebih ada lebih dari 600 hektare lahan sawah yang bisa terairi,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, keberadaan embung ini sangat vital karena mampu mendistribusikan air dari wilayah hulu hingga ke daerah hilir, sehingga mendukung keberlangsungan pertanian secara menyeluruh.
Senada, Juru Air Temuguruh, Rizky Aris Pribadi, mengungkapkan bahwa pembangunan kembali embung merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani, khususnya setelah kerusakan parah akibat banjir beberapa tahun lalu.
“Pada 2023 terjadi bencana banjir yang merusak struktur bendungan. Alhamdulillah, pada 2025 embung ini bisa dibangun kembali. Ini sangat bermanfaat, terutama bagi sekitar 646 hektare sawah di wilayah bawah,” jelasnya.
Tak hanya untuk irigasi, Embung Lider juga memberikan manfaat tambahan berupa sumber energi listrik melalui sistem mikrohidro yang dimanfaatkan warga di dua dusun sekitar.
“Selain untuk pertanian, embung ini juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik masyarakat. Ini sangat membantu warga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Lider, Sutiono, menyebut masyarakat merasakan langsung dampak positif dari keberadaan embung tersebut, terutama dalam mendukung kebutuhan energi dan pertanian.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan fungsi embung agar tetap optimal dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga embung ini, termasuk melestarikan lingkungan di sekitarnya seperti penanaman pohon agar tidak terjadi kerusakan kembali,” ujarnya.
Selain itu, Sutiono juga berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah daerah, tidak hanya pada sektor irigasi, tetapi juga pengembangan potensi lain seperti pariwisata serta infrastruktur air bersih bagi warga.
“Kami juga berharap ke depan ada perhatian untuk pengembangan wisata dan bantuan sarana air bersih agar manfaatnya bisa lebih luas dirasakan masyarakat,” pungkasnya./////////










